GMBIa

Pasuruan – Senin(19/03/2018) semakin dekatnya hari pelaksanaan Pemungutan Suara pada Pilkada Serentak 2018, semakin meningkat pula pekerjaan yang harus dituntaskan oleh penyelenggara Pemilu. Salah satunya terkait Tim Pemantau pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan 2018. Meski Kabupaten Pasuruan hanya memiliki 1 (satu) Pasangan Calon yang maju dalam bursa kepala daerah. Peran tim pemantau juga sangat diperlukan dalam proses demokrasi yang baik, mengingat selain penyelenggara dan pengawas pemilu, pemantau juga menjadi tim independen yang akan memantau jalannya proses pelaksanaan pemilihan. Pendaftaran Tim Pemantau di buka KPU Kabupaten Pasuruan  mulai 12 Oktober 2017 –  11 Juni 2018.

Dari sekian lembaga yang mendaftarkan diri untuk menjadi Tim Pemantau pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan Tahun 2018, GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia :red) resmi menjadi Tim Pemantau Pertama pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan Tahun 2018. Setelah melalui penelitian syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh lembaga yang mendaftar sebagai tim pemantau.

Kedatangan anggota GMBI disambut langsung oleh ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Winaryo Sujoko diruang kerjanya. Dalam pertemuan itu, dibahas terkait aturan dan tata kerja Pemantau dalam pelaksanaan Pemungutan Suara yang jatuh pada tanggal 27 Juni 2018. Sekaligus penyerahan sertifikat sebagai Pemantau dari KPU Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian, Kabupaten Pasuruan baru memiliki satu lembaga pemantau pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan 2018 nanti.

(red:wid/photo:teknis&hupmas)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*