REJOSO1

REJOSO _ Minggu (18/2) Proses tahapan akhir pencoklitan yag dilakukan oleh Petugas pemutaakhiran data pemilih (PPDP) disetiap TPS. Para petugas mendatangi setiap rumah para pemilih dengan mencocokkan data A.KWK sesuai dengan KTP el dan KK yang dimiliki pemilih. Data tersebut setiap sepuluh hari direkap pada lembar kontrol di tingkatan PPS. Pada tahapan pertama proses pencoklitan rata-rata disetiap TPS mencapai 25% sampai dengan 40 %. Hal ini dikarenakan jumlah Pemilih disetiap Desa  selisih jauh. Diantaranya Desa Ketegan dan desa Karangpandan yang jumlah pemilihnya tidak lebih dari 2000 pemilih. Sedangkan Desa Toyaning, Arjosari , Rejosolor dan Kemantren yang memiliki jumlah Pemilih paling banyak diantara 16 Desa diKecamatan Rejoso.  “ Pokoknya sebelum  tanggal 18 Pebruari 2018 kami mengintruksikan kepada para Ketua dan Anggota PPS agar menyampaikan kepada Panitia Pemutakhiran Data Pemilih dapat menyelesaikan proses Pencoklitan agar selang beberapa hari sebelum tanggal 18 Pebruari dapat melengkapi dan revisi kekurangan data” Kata Miftah Farid Ketua PPK Rejos0. Hingga Hari Minggu kemarin sudah 100 % data PPS yang masuk kedalam laporan PPK tambahnya. Selain itu, letak geografis wilayah juga mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan hasil pencoklitan disetiap PPS. “ Para Pemilih Kami bukan hanya terletak di daerah dekat jalan Raya saja. Namun ada pula yang bertempat dikawasan Tambak ikan karena mereka memang bekerja sebagai petani Tambak ikan. Sehingga hal tersebut yang membuat pelaporan agak terlambat “ Ujar Najin Hamid Ketua PPS Patuguran. Selain itu Pak Najin menambahkan waktu luang dan ada tidaknya pemilih di rumah itu juga faktor ketepatan pelaporan proses pencoklitan. Terkadang tidak kurang dari 2 sampai tiga kali PPDP mendatangi rumah seorang Pemilih demi mendapatkan data yang valid.

(red & photo : PPK Rejoso/ BAMY)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*