Picture1

Picture6

Picture5

Picture7

Pasuruan, kpud-pasuruankab.gPicture2Picture3Picture4o.id– Bertepatan dengan Peringatan hari Sumpah Pemuda ke-90, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan program Kursus Kepemiluan, dimulai kemarin(30/10/2018) dan berakhir hari ini. Kursus yang diadakan selama 2 (dua) hari ini bertujuan untuk menciptakan kelompok dan jaringan masyarakat peduli pemilu dan demokrasi. Sekaligus sebagai upaya KPU meningkatkan peran serta masyarakat untuk lebih aktif jelang Pemilu Serentak 2019 nanti. Baik aktif sebagai pemilih, untuk berpartisipasi sebagai penyelenggara, maupun aktif sebagai agen-agen pemilu yang dapat memberikan informasi terkait pemilu kepada masyarakat luas.

Diikuti 40(empat puluh) peserta yang terbagi dalam 2 (dua) gelombang, peserta yang mayoritas kamu milenia ini, diajak untuk berdiskusi dan belajar tentang kepemiluan baik melalui metode penyampaian materi oleh komisioner, juga melalui kunjungan ke Rumah Pintar Pemilu (RPP). Peserta diajak ke RPP untuk belajar segala hal tentang kepemiluan agar informasi yang didapat, mampu disampaikan kepada masyarakat secara lebih luas. Di RPP, peserta diajak untuk belajar infomasi dan sejarah pemilu baik papan informasi maupun dengan menyaksikan dokumentasi tentang sejarah Pemilu diruang audio visual.

Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai program nasional KPU RI diharapkan dapat memberikan informasi mendetil tentang kepemiluan secara optimal kepada masyarakat. Sehingga melalui kursus kepemiluan, “KPU Kabupaten Pasuruan berharap peserta mendapatkan pemahaman yang baik mengenai kepemiluan dan kemudian bersama-sama turun ke masyarakat mewakili KPU untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemilu”, tegas Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Zainul Faizin, pada acara pembukaan Kursus Kepemiluan di ruang Serba Guna. (30/10/2018).

Peserta kursus didesain untuk membentuk tim kerja guna mensosialisasikan hal-hal yang berkaitan dengan kepemiluan kepada masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat, terutama pemilih, memahami makna pemilu, pentingnya menggunakan hak pilih, dan bahaya politik uang. Selain itu, kursus ini juga diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pemilu di daerah masing-masing.

Kursus disambut antusias oleh 40 (empat puluh) peserta yang berasal dari berbagai kalangan, yakni mahasiswa, pegiat pemilu, serta kalangan milenia . Memang dirasa penting ada duta pemilu dari KPU untuk bersama-sama mengembangkan kesadaran dan pemahaman kepemiluan di masyarakat. Ini pesta demokrasi kita. Bangun demokrasi yang toleran, aman, dan damai pada Pemilu Serentak 2019 nanti.

Hingga berita ini unggah, kegiatan kursus masih berlangsung.

(wwd/red,Foto/Teknis&Hupmas)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*